Kesulitan Komunikasi Lintas Bahasa Ancam Pertumbuhan Pariwisata Indonesia

Jakarta

Siapa yang tidak kenal Indonesia, negara yang sangat kaya akan keindahan alam, keberagaman suku, adat, agama dan budayanya. Dengan kekayaan ini, Indonesia menjadi negara dengan potensi wisata yang sangat besar.

Potensi wisata di Indonesia memang sangat banyak, dan sangat menarik bagi wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Salah satu tempat wisata yang sangat terkenal di Indonesia ialah Candi Borobudur (Jawa Tengah), Pulau Bali, NTT, Pulau Samosir, Danau Toba, dan masih banyak lainnya yang belum tereksplor.

Namun sangat disayangkan, potensi-potensi wisata di Indonesia belum maksimal dalam menarik wisatawan mancanegara untuk datang ke Indonesia. Pariwisata Indonesia memang memiliki berbagai kendala dalam pengembangannya, diantaranya infrastruktur, Konektivitas, dan yang cukup menjadi perhatian adalah pendidikan.

Meskipun di Pulau Bali dan hotel-hotel mewah di Jakarta kebanyakan penduduk asli yang bekerja di sektor pariwisata cukup fasih berbahasa Inggris (dan bahkan bahasa-bahasa asing lainnya), di wilayah-wilayah yang lebih terpencil penduduk asli kesulitan untuk berkomunikasi dengan para turis. Oleh karena itu, fokus pada mempelajari Bahasa Inggris akan membantu mengatasi keadaan ini. Halangan bahasa ini adalah alasan mengapa sejumlah warga Singapura lebih memilih Malaysia ketimbang Indonesia sebagai tempat tujuan wisata mereka. Kebanyakan turis asing yang datang ke Indonesia berasal dari Singapura, diikuti oleh Malaysia dan Australia.

Masalah komunikasi ini dari tahun ke tahun tidak menemui jalan keluarnya. Dengan pendidikan dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi, bahkan belum mampu meningkatkan kemampuan bahasa asing masyarakat Indonesia.

Dengan masalah-masalah ini, tidak dapat dipungkiri bahwa pendapatan pariwisata Indonesia tidak dapat mengimbangi Singapura, Malaysia dan Australia jika belum menemukan solusi.

Sebagai masyarakat yang prihatin terhadap masalah-masalah nasional yang berkaitan dengan ekonomi dan perbaikan sumber daya manusia, 3 mahasiswa UM menciptakan inovasi aplikasi SPETRA untuk mengatasi kesulitan komunikasi lintas bahasa.

Dengan aplikasi SPETRA, diharapkan setiap orang dari seluruh dunia dapat saling berkomunikasi tanpa harus mengerti bahasa satu sama lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *